
Kisah Cinta Ayahku
62 Episodes

Episode 51
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 52
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 53
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 54
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 55
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 56
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 57
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 58
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 59
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 60
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!
