
Kisah Cinta Ayahku
62 Episodes

Episode 41
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 42
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 43
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 44
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 45
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 46
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 47
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 48
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 49
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 50
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!
