
Kisah Cinta Ayahku
62 Episodes

Episode 11
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 12
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 13
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 14
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 15
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 16
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 17
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 18
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 19
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 20
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!
