
Kisah Cinta Ayahku
62 Episodes

Episode 21
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 22
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 23
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 24
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 25
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 26
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 27
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 28
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 29
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 30
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!
