
Kisah Cinta Ayahku
62 Episodes

Episode 31
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 32
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 33
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 34
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 35
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 36
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 37
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 38
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 39
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!

Episode 40
Setiap hari Lin Yaozu memaki bos wanitanya, tanpa tahu bahwa perempuan itu justru akan menjadi calon istri ayahnya, Lin Dongyang, penjual martabak keliling. Di tengah rasa herannya melihat sang ayah dekat dengan wanita tajir dan dianggap seperti “gigolo”, rahasia demi rahasia tentang Lin Dongyang mulai terkuak. Dari situlah Lin Yaozu tersentak: ia ternyata putra kedua orang terkaya di China!
