
Mencintaimu dalam Diam
69 Episodes

Episode 61
Setelah dia menyelamatkan pria yang tertabrak mobil, hidup mereka berubah saat pria itu terbangun tanpa ingatan, dengan kornea yang rusak dan pandangan yang telah redup. Hari demi hari dia menjaganya, lalu benih cinta tumbuh di antara mereka. Namun waktu tak berpihak pada keadaan matanya yang kian memburuk. Saat dia masih berharap bisa menunggu donor kornea yang baru, pria itu sudah tak memiliki waktu lagi—dan memilih menyerahkan korneanya untuknya.

Episode 62
Setelah dia menyelamatkan pria yang tertabrak mobil, hidup mereka berubah saat pria itu terbangun tanpa ingatan, dengan kornea yang rusak dan pandangan yang telah redup. Hari demi hari dia menjaganya, lalu benih cinta tumbuh di antara mereka. Namun waktu tak berpihak pada keadaan matanya yang kian memburuk. Saat dia masih berharap bisa menunggu donor kornea yang baru, pria itu sudah tak memiliki waktu lagi—dan memilih menyerahkan korneanya untuknya.

Episode 63
Setelah dia menyelamatkan pria yang tertabrak mobil, hidup mereka berubah saat pria itu terbangun tanpa ingatan, dengan kornea yang rusak dan pandangan yang telah redup. Hari demi hari dia menjaganya, lalu benih cinta tumbuh di antara mereka. Namun waktu tak berpihak pada keadaan matanya yang kian memburuk. Saat dia masih berharap bisa menunggu donor kornea yang baru, pria itu sudah tak memiliki waktu lagi—dan memilih menyerahkan korneanya untuknya.

Episode 64
Setelah dia menyelamatkan pria yang tertabrak mobil, hidup mereka berubah saat pria itu terbangun tanpa ingatan, dengan kornea yang rusak dan pandangan yang telah redup. Hari demi hari dia menjaganya, lalu benih cinta tumbuh di antara mereka. Namun waktu tak berpihak pada keadaan matanya yang kian memburuk. Saat dia masih berharap bisa menunggu donor kornea yang baru, pria itu sudah tak memiliki waktu lagi—dan memilih menyerahkan korneanya untuknya.

Episode 65
Setelah dia menyelamatkan pria yang tertabrak mobil, hidup mereka berubah saat pria itu terbangun tanpa ingatan, dengan kornea yang rusak dan pandangan yang telah redup. Hari demi hari dia menjaganya, lalu benih cinta tumbuh di antara mereka. Namun waktu tak berpihak pada keadaan matanya yang kian memburuk. Saat dia masih berharap bisa menunggu donor kornea yang baru, pria itu sudah tak memiliki waktu lagi—dan memilih menyerahkan korneanya untuknya.

Episode 66
Setelah dia menyelamatkan pria yang tertabrak mobil, hidup mereka berubah saat pria itu terbangun tanpa ingatan, dengan kornea yang rusak dan pandangan yang telah redup. Hari demi hari dia menjaganya, lalu benih cinta tumbuh di antara mereka. Namun waktu tak berpihak pada keadaan matanya yang kian memburuk. Saat dia masih berharap bisa menunggu donor kornea yang baru, pria itu sudah tak memiliki waktu lagi—dan memilih menyerahkan korneanya untuknya.

Episode 67
Setelah dia menyelamatkan pria yang tertabrak mobil, hidup mereka berubah saat pria itu terbangun tanpa ingatan, dengan kornea yang rusak dan pandangan yang telah redup. Hari demi hari dia menjaganya, lalu benih cinta tumbuh di antara mereka. Namun waktu tak berpihak pada keadaan matanya yang kian memburuk. Saat dia masih berharap bisa menunggu donor kornea yang baru, pria itu sudah tak memiliki waktu lagi—dan memilih menyerahkan korneanya untuknya.

Episode 68
Setelah dia menyelamatkan pria yang tertabrak mobil, hidup mereka berubah saat pria itu terbangun tanpa ingatan, dengan kornea yang rusak dan pandangan yang telah redup. Hari demi hari dia menjaganya, lalu benih cinta tumbuh di antara mereka. Namun waktu tak berpihak pada keadaan matanya yang kian memburuk. Saat dia masih berharap bisa menunggu donor kornea yang baru, pria itu sudah tak memiliki waktu lagi—dan memilih menyerahkan korneanya untuknya.

Episode 69
Setelah dia menyelamatkan pria yang tertabrak mobil, hidup mereka berubah saat pria itu terbangun tanpa ingatan, dengan kornea yang rusak dan pandangan yang telah redup. Hari demi hari dia menjaganya, lalu benih cinta tumbuh di antara mereka. Namun waktu tak berpihak pada keadaan matanya yang kian memburuk. Saat dia masih berharap bisa menunggu donor kornea yang baru, pria itu sudah tak memiliki waktu lagi—dan memilih menyerahkan korneanya untuknya.
