
Hadiah Terakhir
60 Episodes

Episode 51
Demi investasi saham, lima tahun lalu dia berani memakai dana publik milik putrinya. Agar sang putri tidak ikut menanggung akibatnya, dia rela meminta menantunya menjatuhkan hukuman padanya sendiri, dengan imbalan saham perusahaan akan diserahkan kepada menantunya. Saat menantu perempuannya mengiyakan, dia keluar dari penjara lima tahun kemudian, tetapi justru menerima kenyataan pahit: kanker stadium lanjut.

Episode 52
Demi investasi saham, lima tahun lalu dia berani memakai dana publik milik putrinya. Agar sang putri tidak ikut menanggung akibatnya, dia rela meminta menantunya menjatuhkan hukuman padanya sendiri, dengan imbalan saham perusahaan akan diserahkan kepada menantunya. Saat menantu perempuannya mengiyakan, dia keluar dari penjara lima tahun kemudian, tetapi justru menerima kenyataan pahit: kanker stadium lanjut.

Episode 53
Demi investasi saham, lima tahun lalu dia berani memakai dana publik milik putrinya. Agar sang putri tidak ikut menanggung akibatnya, dia rela meminta menantunya menjatuhkan hukuman padanya sendiri, dengan imbalan saham perusahaan akan diserahkan kepada menantunya. Saat menantu perempuannya mengiyakan, dia keluar dari penjara lima tahun kemudian, tetapi justru menerima kenyataan pahit: kanker stadium lanjut.

Episode 54
Demi investasi saham, lima tahun lalu dia berani memakai dana publik milik putrinya. Agar sang putri tidak ikut menanggung akibatnya, dia rela meminta menantunya menjatuhkan hukuman padanya sendiri, dengan imbalan saham perusahaan akan diserahkan kepada menantunya. Saat menantu perempuannya mengiyakan, dia keluar dari penjara lima tahun kemudian, tetapi justru menerima kenyataan pahit: kanker stadium lanjut.

Episode 55
Demi investasi saham, lima tahun lalu dia berani memakai dana publik milik putrinya. Agar sang putri tidak ikut menanggung akibatnya, dia rela meminta menantunya menjatuhkan hukuman padanya sendiri, dengan imbalan saham perusahaan akan diserahkan kepada menantunya. Saat menantu perempuannya mengiyakan, dia keluar dari penjara lima tahun kemudian, tetapi justru menerima kenyataan pahit: kanker stadium lanjut.

Episode 56
Demi investasi saham, lima tahun lalu dia berani memakai dana publik milik putrinya. Agar sang putri tidak ikut menanggung akibatnya, dia rela meminta menantunya menjatuhkan hukuman padanya sendiri, dengan imbalan saham perusahaan akan diserahkan kepada menantunya. Saat menantu perempuannya mengiyakan, dia keluar dari penjara lima tahun kemudian, tetapi justru menerima kenyataan pahit: kanker stadium lanjut.

Episode 57
Demi investasi saham, lima tahun lalu dia berani memakai dana publik milik putrinya. Agar sang putri tidak ikut menanggung akibatnya, dia rela meminta menantunya menjatuhkan hukuman padanya sendiri, dengan imbalan saham perusahaan akan diserahkan kepada menantunya. Saat menantu perempuannya mengiyakan, dia keluar dari penjara lima tahun kemudian, tetapi justru menerima kenyataan pahit: kanker stadium lanjut.

Episode 58
Demi investasi saham, lima tahun lalu dia berani memakai dana publik milik putrinya. Agar sang putri tidak ikut menanggung akibatnya, dia rela meminta menantunya menjatuhkan hukuman padanya sendiri, dengan imbalan saham perusahaan akan diserahkan kepada menantunya. Saat menantu perempuannya mengiyakan, dia keluar dari penjara lima tahun kemudian, tetapi justru menerima kenyataan pahit: kanker stadium lanjut.

Episode 59
Demi investasi saham, lima tahun lalu dia berani memakai dana publik milik putrinya. Agar sang putri tidak ikut menanggung akibatnya, dia rela meminta menantunya menjatuhkan hukuman padanya sendiri, dengan imbalan saham perusahaan akan diserahkan kepada menantunya. Saat menantu perempuannya mengiyakan, dia keluar dari penjara lima tahun kemudian, tetapi justru menerima kenyataan pahit: kanker stadium lanjut.

Episode 60
Demi investasi saham, lima tahun lalu dia berani memakai dana publik milik putrinya. Agar sang putri tidak ikut menanggung akibatnya, dia rela meminta menantunya menjatuhkan hukuman padanya sendiri, dengan imbalan saham perusahaan akan diserahkan kepada menantunya. Saat menantu perempuannya mengiyakan, dia keluar dari penjara lima tahun kemudian, tetapi justru menerima kenyataan pahit: kanker stadium lanjut.
