Adinda Prameswari memilih menutup rapat jati dirinya sebagai Tuan Putri Agung agar terhindar dari konflik politik. Namun, saat Ajeng Wijanarka beranjak dewasa, ia mendapati kebenaran yang menghancurkan hati: putri kandungnya justru Aruna, seorang dayang-dayang. Diberi kesempatan hidup kembali, Adinda membawa dendam yang menyala dan bersumpah tak akan membiarkan siapa pun lolos dari akibat perbuatannya.