Liman Jatmiko memilih hidup di bawah dan membuka klinik setelah turun gunung. Ia mematok tarif tinggi untuk kalangan berada, namun memberikan perawatan cuma-cuma bagi yang tak mampu. Di tengah kemampuan medis dan ilmu bela diri yang hebat, ia menyembuhkan penyakit langka dan menantang mereka yang punya kuasa.