Ibunya dulu dijebak sampai kehilangan nyawa, dan luka itu tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, setelah menguasai kemampuan medis, ia kembali turun gunung. Pertemuan dengan tunangannya, sang pangeran, harus ditepati—namun di saat yang sama, ia juga datang untuk mengambil kembali haknya yang telah direnggut.