Dari langkah pertamanya sebagai dayang, Sekar harus menghadapi istana yang dipenuhi fitnah dan siasat. Identitasnya dipalsukan, ia pun dituduh berpura-pura hamil, seolah semua jalan tertutup baginya. Namun di balik kekacauan itu, ia memiliki anugerah yang tak dimiliki siapa pun: mampu mendengar suara janinnya sendiri. Suara itu menjadi penuntunnya untuk melewati bahaya, membongkar pengkhianatan, dan merebut takhta tertinggi.