Demi Sinta, Mahen tujuh tahun lalu meninggalkan posisi sebagai pewaris bisnis keluarga dan hidup sebagai ayah rumah tangga, bahkan memutuskan hubungan dengan keluarganya. Kini, Junny mulai melunak dan berniat memberi Sinta kendali atas usaha keluarga. Mahen lalu membawa Nana, putrinya yang tuli dan bisu, bersama Junny naik kereta cepat untuk memberi kejutan kepada Sinta yang sedang membahas proyek di perjalanan itu. Tapi setibanya mereka di sana, Nana malah difitnah penumpang lain sebagai anak pengacau yang berisik. Dari situlah masalah demi masalah pun bermunculan.