Hatiku hancur saat memergoki bajingan itu selingkuh, lalu aku larut dalam mabuk dan kesedihan. Di saat paling kacau, aku justru bertemu lagi dengan pria yang dulu kusukai di SMA. Aku tidur dengannya dan tanpa sadar mengucapkan ingin mendukungnya. Keesokan paginya, ia muncul di depan rumahku dengan buku pendaftaran rumah tangga, meminta kami menikah kilat dan mengingatkan janjiku.