Dua dekade silam, ia menjadi penopang bagi tiga anak yatim yang tak punya siapa-siapa. Kini, setelah dikhianati putri angkatnya dan dihantam kebangkrutan, ia terpuruk oleh tekanan utang dari para karyawan. Tepat saat ia nyaris menyerah, tiga sosok yang dulu ia selamatkan kembali dengan identitas baru: pebisnis papan atas, pakar teknologi, dan perwira militer. Mereka datang bukan hanya untuk membalas kebaikan, tetapi juga untuk menegakkan keadilan dan membantunya keluar dari krisis.