Demi suaminya, Fujiwara no Mao, pewaris Grup Fujiwara dari keluarga konglomerat ternama Jepang, rela hidup tanpa menunjukkan identitas aslinya. Ia bahkan diam-diam membantu mengamankan proyek bernilai 20 miliar yen, tetapi yang ia terima justru penghinaan dan tuntutan cerai dari sang suami. Setelah berkali-kali direndahkan, Mao pun bangkit untuk membalikkan keadaan.